setiap perbuatan pasti ada ganjaran dengan sanksi sanksi nya
setiap penglihatan yang salah pasti ada ganjaran dengan sanksi sanksinya.
nikmat itu buat kita lupa diri, lupa siapa yg pemberi nikmat itu.
lupa siapa pemberi nafasmu.
lupa siapa yang memberimu perasaan, hati, pikiran.
nikmatmu, nikmat yang telah habis dan kau lupa bersyukur.
wahai penikmat dosa
wahai pembuat dosa
masih bisa tenangkah kalian hidup dan bernafas didunia ini ?
tak punya rasa malukah kau sebagai mahluk Allah yang sangat kecil
membangkang dan menjadi lupa diri, lupa dengan dosa, lupa dengan neraka.
tak pernah kah dalam benak pikiranmu berusaha masuk kedalam pintu syurga.
kelam memang hidup dan matimu, tak lagi kembali menjadi baik, kau bahkan tak tau siapa dirimu
kau hancur, dengan sebilah kekayaan dan nafsu dunia.
aku bukan malaikat yang selalu mengingatkanmu ketika jatuh
aku bukan malaikat yang selalu menemanimu ketika membuat dosa
aku bukan malaikat yang selalu mengayomimu ketika lupa membuat dosa
aku bukan malaikat yang juga menikmati hasil ulahmu sendiri
hiduplah sebagaimana mestinya
sebagaimana Allah telah menciptakan manusia
sebagaimana Allah telah memerintahkan larangannya
sebagaimana Allah telah menguji umat-umatnya
aku bukan penghitung dosa
aku manusia, sepertimu.
tapi
bukan pembuat dosa melainkan kesalahan yang harus ku perbaiki.
semoga kalian selamat diakhirat.
Rabu, 29 September 2010
Go Die
Aku mengantuk.
Dan hanya satu yang kupikirkan saat ini.
Aku ingin membuang duri dalam jantung ini.
Meskipun itu berarti aku harus mati bersamanya
Dan hanya satu yang kupikirkan saat ini.
Aku ingin membuang duri dalam jantung ini.
Meskipun itu berarti aku harus mati bersamanya
Selasa, 28 September 2010
Cinta dan Hidup !
Kata orang, cinta datang seperti pencuri.
Siapa yang didatangi, kapan datangnya, ga ada yang tahu.
Menurut gw cinta justru malah merupakan pemahaman terbesar dalam hidup ini.
Ga ada yang namanya pencuri, ataupun dicuri, atau apapun.
Pada saat yang tepat, waktu yang tepat, somehow somewhat, gue bisa benar - benar mengenali diri gue sendiri dan memahami apa yang gue rasa.
Gue bisa jadi diri sendiri and bisa menyadari bahwa dia yang membuat gue jadi diri sendiri.
Itu cinta.
Tapi cinta bukan pernikahan.
Cinta bukan komitmen.
Cinta bukan pengertian.
Cinta bukan sayang.
Ternyata hidup butuh lebih dari sekedar cinta.
Ternyata cinta tidak mampu berdiri sendiri.
Ternyata pada akhirnya...cinta memang hanya setangkai mawar.
Cantik dilihat, namun berduri untuk disentuh.
Dan disekeliling mawar itu...banyak pagar yang melindungi.
Pada akhirnya tanpa itu semua.., mawar tetaplah mawar.
Bukan gw menghujat cinta, bukan juga gw pesimis akan cinta.
Tapi gw sadar..gue ga butuh cinta biasa.
Karena cinta gw juga bukan cinta emperan.
Ini bukan tentang materi, uang, emas, kekuasaan, karir, dan lainnya.
Karena gue ga butuh orang lain untuk bisa meraih itu semua.
Ini tentang hidup.
Kalau saat mencinta, gue bisa menjadi diri sendiri...
Saat gue hidup, hidup gue ga membiarkan gue untuk menjadi diri sendiri.
Saat gue sadar dia yang membuat gue bisa jadi diri sendiri..
Saat itu juga gue sadar, gue akan segera kehilangan diri gue sendiri itu juga bersama dia.
Dan gue jadi bertanya - tanya,
memangnya gue bukan diri gue sendiri kalau tanpa dia?
Jadi siapa gue kalau dia ga ada?
Siapa gue selama belum kenal dia?
Siapa gue saat dia meninggal nanti?
Kalau setiap manusia setidaknya memiliki satu cinta sejati...
adakah dia adalah sejati..?
Ini tentang hidup.
Kalau kau mencinta..
Mampukah kau mencinta dengan menukar hidupmu?
Jangan katakan cintamu abadi.., kalau apa itu abadi pun. kau tak pernah tahu.
Jangan katakan cintamu untukku.., kalau hidupmu pun tak bisa kau miliki seutuhnya.
Dan jangan katakan cinta adalah kebebasan..
karena sejak lama aku telah menyadari...
kebebasan hanya milik mereka yang tak mampu berjuang dan menikmati hidup.
Dan apakah kamu masih bisa berkata "demi cinta" ?
Siapa yang didatangi, kapan datangnya, ga ada yang tahu.
Menurut gw cinta justru malah merupakan pemahaman terbesar dalam hidup ini.
Ga ada yang namanya pencuri, ataupun dicuri, atau apapun.
Pada saat yang tepat, waktu yang tepat, somehow somewhat, gue bisa benar - benar mengenali diri gue sendiri dan memahami apa yang gue rasa.
Gue bisa jadi diri sendiri and bisa menyadari bahwa dia yang membuat gue jadi diri sendiri.
Itu cinta.
Tapi cinta bukan pernikahan.
Cinta bukan komitmen.
Cinta bukan pengertian.
Cinta bukan sayang.
Ternyata hidup butuh lebih dari sekedar cinta.
Ternyata cinta tidak mampu berdiri sendiri.
Ternyata pada akhirnya...cinta memang hanya setangkai mawar.
Cantik dilihat, namun berduri untuk disentuh.
Dan disekeliling mawar itu...banyak pagar yang melindungi.
Pada akhirnya tanpa itu semua.., mawar tetaplah mawar.
Bukan gw menghujat cinta, bukan juga gw pesimis akan cinta.
Tapi gw sadar..gue ga butuh cinta biasa.
Karena cinta gw juga bukan cinta emperan.
Ini bukan tentang materi, uang, emas, kekuasaan, karir, dan lainnya.
Karena gue ga butuh orang lain untuk bisa meraih itu semua.
Ini tentang hidup.
Kalau saat mencinta, gue bisa menjadi diri sendiri...
Saat gue hidup, hidup gue ga membiarkan gue untuk menjadi diri sendiri.
Saat gue sadar dia yang membuat gue bisa jadi diri sendiri..
Saat itu juga gue sadar, gue akan segera kehilangan diri gue sendiri itu juga bersama dia.
Dan gue jadi bertanya - tanya,
memangnya gue bukan diri gue sendiri kalau tanpa dia?
Jadi siapa gue kalau dia ga ada?
Siapa gue selama belum kenal dia?
Siapa gue saat dia meninggal nanti?
Kalau setiap manusia setidaknya memiliki satu cinta sejati...
adakah dia adalah sejati..?
Ini tentang hidup.
Kalau kau mencinta..
Mampukah kau mencinta dengan menukar hidupmu?
Jangan katakan cintamu abadi.., kalau apa itu abadi pun. kau tak pernah tahu.
Jangan katakan cintamu untukku.., kalau hidupmu pun tak bisa kau miliki seutuhnya.
Dan jangan katakan cinta adalah kebebasan..
karena sejak lama aku telah menyadari...
kebebasan hanya milik mereka yang tak mampu berjuang dan menikmati hidup.
Dan apakah kamu masih bisa berkata "demi cinta" ?
Senin, 27 September 2010
Dilematis
aku memasuki abad ke 14
dalam abad ke 14, aku masih menyadari bahwa DIA masih sering berada diduniaku
muncul seperti matahari, selalu menyinari terkadang redup karna mendung datang dan DIA hilang
namun, saat kubutuhkan DIA selalu hadir, ini yang aku pertanyakan.
aku belum bisa meluangkan waktu buat orang lain, yang hanya sekedar menemani bicara.
tapi aku lebih merasa puas jika orang lain lebih meluangkan waktu untuk aku bicara.
ironis ..........
matahari yang kukenal sekarang tak sering menyinari.
mungkin DIA tahu sekarang ini aku memang tak lagi membutuhkan sinarnya
tapi benar adanya, manusia sangat membutuhkan cahaya.
tapi darimana cahaya itu datang ?
kumau itu bukan cahaya lewat dan hanya mampir dikala aku sedang membutuhkannya saja
memang cahaya seharusnya selalu menyinari.
belum pernah sebelummnya kudapat cahaya seperti ini
lembut, bersahaja.
ya, aku memang sudah menemukan cahaya yang hilang itu
namun belum kumiliki sepenuhnya.
terkadang malam yang gelap, cahaya itu hadir dan menemaniku tidur sampai pagi.
ku tahu ini nikmatmu Tuhan.
walau dalam hidup ini, takkan pernah ada yang abadi.
walau sinar itu ku yakin akan mati dan bisa redup.
ku mohon sisakan 1 yang terang untukku.
dalam kehidupan nyataku.
opie
dalam abad ke 14, aku masih menyadari bahwa DIA masih sering berada diduniaku
muncul seperti matahari, selalu menyinari terkadang redup karna mendung datang dan DIA hilang
namun, saat kubutuhkan DIA selalu hadir, ini yang aku pertanyakan.
aku belum bisa meluangkan waktu buat orang lain, yang hanya sekedar menemani bicara.
tapi aku lebih merasa puas jika orang lain lebih meluangkan waktu untuk aku bicara.
ironis ..........
matahari yang kukenal sekarang tak sering menyinari.
mungkin DIA tahu sekarang ini aku memang tak lagi membutuhkan sinarnya
tapi benar adanya, manusia sangat membutuhkan cahaya.
tapi darimana cahaya itu datang ?
kumau itu bukan cahaya lewat dan hanya mampir dikala aku sedang membutuhkannya saja
memang cahaya seharusnya selalu menyinari.
belum pernah sebelummnya kudapat cahaya seperti ini
lembut, bersahaja.
ya, aku memang sudah menemukan cahaya yang hilang itu
namun belum kumiliki sepenuhnya.
terkadang malam yang gelap, cahaya itu hadir dan menemaniku tidur sampai pagi.
ku tahu ini nikmatmu Tuhan.
walau dalam hidup ini, takkan pernah ada yang abadi.
walau sinar itu ku yakin akan mati dan bisa redup.
ku mohon sisakan 1 yang terang untukku.
dalam kehidupan nyataku.
opie
Minggu, 26 September 2010
September Akhir
ini yang buat aku merasa tenang
selalu ada kejutan, perasaan, pandangan, senyuman.
semua hal baru yang kudapat setiap aku bangun pagi hari
Perubahan, yang tak biasa
ini yang buat aku merasa tenang
aku akan berjumpa dengan orang-orang yang aku sayang setiap bangun pagi
setiap hal kecil yang kudapat, bisa menjadi aku lebih besar
setiap hal besar yang kudapat, bisa menjadi aku lebih bijaksana
ya, ini yang buat aku merasa lebih tenang
September Akhir ini
akan ku ukir sendiri
...
Rabu, 22 September 2010
ga ada judul.
Penderitaan tiada akhir, seniman berkata "untuk apa hidup dibuat beban, hidupmu hanya 1 kali, kesempatan hidup dibumi hanya 1 kali, berpikirlah wahai manusia pembuat dosa, perbaiki dan masih belum terlambat"
enjoying !
enjoying !
Kamis, 16 September 2010
Sinar
Sinar mata itu hadir lagi.
Dulu aku selalu suka caramu memandangku dalam - dalam
saat hendak mengungkapkan sesuatu yg takkan pernah kau ucapkan.
Tak kusangka, sampai sekarang, aku masih menyukai sinar itu.
Dan hatiku masih tetap berdegup kencang memandang cahaya matamu yang kecoklatan.
Harus kuakui, aku menikmatinya.
Menikmati adrenalin yang bergerak di seluruh tubuhku,
menikmati desiran alirah darahku yang lebih cepat,
dan menikmati saat - saat di mana aku berusaha memahami makna sinar itu.
Andaikan waktu bisa berjalan lebih lambat,
dan kenyataan bisa sedikit terhambat,
aku ingin bisa menikmatinya lebih lama lagi.
-------------------------------
"Cinta" itu katamu.
Dulu aku selalu suka caramu memandangku dalam - dalam
saat hendak mengungkapkan sesuatu yg takkan pernah kau ucapkan.
Tak kusangka, sampai sekarang, aku masih menyukai sinar itu.
Dan hatiku masih tetap berdegup kencang memandang cahaya matamu yang kecoklatan.
Harus kuakui, aku menikmatinya.
Menikmati adrenalin yang bergerak di seluruh tubuhku,
menikmati desiran alirah darahku yang lebih cepat,
dan menikmati saat - saat di mana aku berusaha memahami makna sinar itu.
Andaikan waktu bisa berjalan lebih lambat,
dan kenyataan bisa sedikit terhambat,
aku ingin bisa menikmatinya lebih lama lagi.
-------------------------------
"Cinta" itu katamu.
Ingatan
Bukan, bukan tentang kesedihan.
Rasa sedih itu sudah hilang sejak ..... aku bahkan tak mampu mengingatnya.
Bukan juga tentang perasaan yg tersisa.
Rasa itu sudah terbasuh habis sejak lama.
Bukan pula tentang ingatan yang tersisa.
Aku sudah tak pernah mengingatnya lagi selama yang bisa kuingat.
Ini bukan tentang proses mengingat dan melupakan,
melainkan tentang ingatan, yang meski terlupakan, kadang meminta untuk kembali diingat.
Seringkali, yg terberat dari semuanya bukan saat sedih, sakit, ataupun saat meradang.
Melainkan saat sudah mengikhlaskan, namun kehangatan itu tertinggal di ujung jemari dan relung hati saat mata terbuka di pagi hari.
Dan kau tahu, tidak ada yg bisa kau lakukan atasnya.
Rasa sedih itu sudah hilang sejak ..... aku bahkan tak mampu mengingatnya.
Bukan juga tentang perasaan yg tersisa.
Rasa itu sudah terbasuh habis sejak lama.
Bukan pula tentang ingatan yang tersisa.
Aku sudah tak pernah mengingatnya lagi selama yang bisa kuingat.
Ini bukan tentang proses mengingat dan melupakan,
melainkan tentang ingatan, yang meski terlupakan, kadang meminta untuk kembali diingat.
Seringkali, yg terberat dari semuanya bukan saat sedih, sakit, ataupun saat meradang.
Melainkan saat sudah mengikhlaskan, namun kehangatan itu tertinggal di ujung jemari dan relung hati saat mata terbuka di pagi hari.
Dan kau tahu, tidak ada yg bisa kau lakukan atasnya.
ini salah
aku tahu
ini bagian yang sangat terlarang.
aku ingat bahwa aku masih punya hati yang ingin ku bahagiakan
walau itu 2 tahun sekali datang untukku.
aku ingin
kebahagiaan itu kunikmati
tapi masih saja keadaan yang membuat kebahagiaanku merasa berkurang
dan tertahan denganmu tanpa kutemui sebuah jawaban
aku tahu
perasaaan ini sekarang ada untuknya
tapi aku takut kebahagiaan yang kumiliki sekarang akan berkurang
aku takut takkan bisa menikmatinya lagi
berada didalam cintamu yang tak bisa disampaikan dengan alam nyata
Ya Alloh yang memiliki dunia dan akhirat
aku tahu ini kesalahan
tapi akan kubuat bagaimana perasaan ini dan akan benar dimata mereka ??????
aku tahu, hanya Engkau yang dapat menolongku
Kamis, 09 September 2010
Wahai Sang Pencipta !
Wahai sang pencipta hati dan perasaan ini
Masih saja ku jaga perlahan hati ini dan belum cukup ku buka untuknya
Masih saja ku jaga perlahan hati ini dan belum cukup ku buka untuknya
Dalam waktu yang masih menunggu ditepian jam
Masih sajakah waktu mengharapkan cinta itu menjadi nyata dan ada
Namun masih saja dalam benak ini masih terlihat kurang
Kurang Batin untuk siap disakiti lagi
Kurang Tegar untuk siap ditinggalkan lagi
Kurang Rela sewaktu-waktu nanti aku yang akan meninggalkan dia lebih dulu
Selalu ada teori kebencian dan penyesalan. yang tak pernah urung selesai
Wahai sang pencipta hati dan perasaan ini
Masih sajakah kujaga satu bentuk cintamu yang masih suci
Belum dijamah oleh siapapun
Wahai sang pencipta hati dan perasaan ini
Ku tau takkan ada tulang rusuk yang tertukar
Itu akan menyatu nanti dan pasti sampai dan berpulang ke pemiliknya
Aku takkan pernah menyesal pernah dekat beberapa lelaki
Aku tahu mereka tak sempurna
Tapi Engkau lebih tau mana yang baik untukku kelak
Wahai sang pencipta hati dan perasaan ini
Inilah aku apa adanya
Rabu, 08 September 2010
Akar ATAU Sayap ?
Bagaimana caranya memilih dan menjalani hidup seperti apa yang kita inginkan, sementara sejak dulu kita dicekoki dengan pernyataan dan dogma bahwa 'setiap orang tua menginginkan yang terbaik bagi anaknya' ?"
Sebuah pertanyaan dari seorang sahabat, yang membuatku berpikir cukup panjang.
Saat apa yang diinginkan seseorang berbeda dengan apa yang diinginkan orang tuanya, siapa yang salah? Atau mungkin keinginannya itu yang salah?
Saat seseorang tidak dapat berhasil dalam kehidupan yang bukan pilihannya, siapa yang salah? Atau mungkin pilihannya menuruti siapa, itu yang salah?
Saat hidup dikatakan sebagai jalinan pilihan, dan seorang anak tidak dapat menggunakan hak pilihnya untuk hidupnya sendiri, siapa yang salah? Atau hidupnya yang salah?
Akhirnya aku hanya bisa menjawab dengan klise.
Orang tua hanya bisa memberi dua hal pada anaknya, yaitu sayap kebebasan untuk terbang tinggi ke langit atau akar kokoh yang menancap kuat pada tanah.
Yang manakah orang tuamu?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Terlahir sebagai anak siapa,
akan dibesarkan dengan cara bagaimana,
seorang anak tak bisa memilihnya.
Karena itu, keinginan untuk hidup seperti apa,
dan menjadi manusia yang bagaimana,
harus bisa dipilih oleh diri sendiri.
- Beyond The Sea -
Sebuah pertanyaan dari seorang sahabat, yang membuatku berpikir cukup panjang.
Saat apa yang diinginkan seseorang berbeda dengan apa yang diinginkan orang tuanya, siapa yang salah? Atau mungkin keinginannya itu yang salah?
Saat seseorang tidak dapat berhasil dalam kehidupan yang bukan pilihannya, siapa yang salah? Atau mungkin pilihannya menuruti siapa, itu yang salah?
Saat hidup dikatakan sebagai jalinan pilihan, dan seorang anak tidak dapat menggunakan hak pilihnya untuk hidupnya sendiri, siapa yang salah? Atau hidupnya yang salah?
Akhirnya aku hanya bisa menjawab dengan klise.
Orang tua hanya bisa memberi dua hal pada anaknya, yaitu sayap kebebasan untuk terbang tinggi ke langit atau akar kokoh yang menancap kuat pada tanah.
Yang manakah orang tuamu?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Terlahir sebagai anak siapa,
akan dibesarkan dengan cara bagaimana,
seorang anak tak bisa memilihnya.
Karena itu, keinginan untuk hidup seperti apa,
dan menjadi manusia yang bagaimana,
harus bisa dipilih oleh diri sendiri.
- Beyond The Sea -
Aku Bahkan Tak Yakin Aku Akan Tahu ...
Setiap orang pasti mempertanyakan keberadaannya di dalam dunia ini.
Itu pasti. Aku yakin, tidak ada orang yang tidak pernah bingung tentang hidup di dunia ini.
Kukira aku sudah melewati masa - masa itu.
Karena terakhir kuingat, sampai kemarin aku masih yakin dengan apa yang kujalani dan semua yang kuketahui benar adanya.
Namun manusia mungkin memang terus berubah.
Ah, salah. Berubah itu pasti. Meski belum tentu berkembang ya.
Aku tak tahu apakah aku sekedar berubah, atau memang ini adalah sebuah perkembangan. Hampir semua yang kuyakini kini berbalik membuatku bertanya - tanya.
Semua nilai yang kumiliki hilang dalam sekejap, dan aku seperti kembali ke titik nol.
Mengulang semua dari awal, dan terus belajar lagi untuk mendapatkan sesuatu yang baru.
Mungkin memang manusia tak pernah boleh berhenti belajar ya?
Atau memang takkan pernah bisa berhenti?
Aku yang sekarang, merasa apa yang kupikirkan begitu jauh dari apa yang kulakukan.
Bukan dalam arti nilai benar dan salah, melainkan hanya sekedar merasa terpisah dari dunia nyata yang kuhidupi sekarang ini.
Menjalani hari - hari seperti melayang. Memandang segala yang tak sempat terpandang.
Berusaha mengerti dan mendengar apa yang mungkin terlewatkan.
Sedikit aneh rasanya. Aku seperti tidak memiliki kontrol atas diriku sendiri.
Tapi di sisi lain, tenang dan damai rasanya.
Inikah kenikmatan dari tidak memiliki apa - apa?
Kehidupan tanpa rasa khawatir dan tanpa rasa takut?
Pemikiran tanpa dogma dan tanpa penilaian? Mungkin memang tak semua harus dinilai?
Inikah mungkin sebuah kebebasan yang tak pernah eksis?
Inikah kesadaran manusia?
Entahlah. Aku belum tahu. Aku bahkan tak yakin aku akan tahu.
Tapi aku cukup menikmatinya.
Itu pasti. Aku yakin, tidak ada orang yang tidak pernah bingung tentang hidup di dunia ini.
Kukira aku sudah melewati masa - masa itu.
Karena terakhir kuingat, sampai kemarin aku masih yakin dengan apa yang kujalani dan semua yang kuketahui benar adanya.
Namun manusia mungkin memang terus berubah.
Ah, salah. Berubah itu pasti. Meski belum tentu berkembang ya.
Aku tak tahu apakah aku sekedar berubah, atau memang ini adalah sebuah perkembangan. Hampir semua yang kuyakini kini berbalik membuatku bertanya - tanya.
Semua nilai yang kumiliki hilang dalam sekejap, dan aku seperti kembali ke titik nol.
Mengulang semua dari awal, dan terus belajar lagi untuk mendapatkan sesuatu yang baru.
Mungkin memang manusia tak pernah boleh berhenti belajar ya?
Atau memang takkan pernah bisa berhenti?
Aku yang sekarang, merasa apa yang kupikirkan begitu jauh dari apa yang kulakukan.
Bukan dalam arti nilai benar dan salah, melainkan hanya sekedar merasa terpisah dari dunia nyata yang kuhidupi sekarang ini.
Menjalani hari - hari seperti melayang. Memandang segala yang tak sempat terpandang.
Berusaha mengerti dan mendengar apa yang mungkin terlewatkan.
Sedikit aneh rasanya. Aku seperti tidak memiliki kontrol atas diriku sendiri.
Tapi di sisi lain, tenang dan damai rasanya.
Inikah kenikmatan dari tidak memiliki apa - apa?
Kehidupan tanpa rasa khawatir dan tanpa rasa takut?
Pemikiran tanpa dogma dan tanpa penilaian? Mungkin memang tak semua harus dinilai?
Inikah mungkin sebuah kebebasan yang tak pernah eksis?
Inikah kesadaran manusia?
Entahlah. Aku belum tahu. Aku bahkan tak yakin aku akan tahu.
Tapi aku cukup menikmatinya.
Pernahkah ?
pernah merasa hatimu berat?
entah karena hari yg buruk, masalah yg bertumpuk, atau bahkan alasan tak jelas..,
yang pasti hatimu begitu berat, dan kamu begitu ingin melepaskannya sejenak..,
menitipkannya pada seseorang yang kamu yakini bisa menjaganya ?
namun ia tak berada di sana..?
saat kata tak bisa lagi mewakili apa yang dirasakan..,
kegundahan dan keresahan hati bagaikan riak - riak laut yang kelam..,
dan kamu tak bisa lagi menjadi dirimu yang kamu kenal..,
hingga kamu mencari - cari seseorang untuk berpegang ?
dan ia tak ada di sana...?
dan ia tak lagi ada di sana..?
dan ia tak pernah lagi ada di sana..?
dan hatimu tak pernah lagi terasa ringan..?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aku pernah.
Dan ternyata kebersamaan tak selalu mampu mengalahkan keabadian.
entah karena hari yg buruk, masalah yg bertumpuk, atau bahkan alasan tak jelas..,
yang pasti hatimu begitu berat, dan kamu begitu ingin melepaskannya sejenak..,
menitipkannya pada seseorang yang kamu yakini bisa menjaganya ?
namun ia tak berada di sana..?
saat kata tak bisa lagi mewakili apa yang dirasakan..,
kegundahan dan keresahan hati bagaikan riak - riak laut yang kelam..,
dan kamu tak bisa lagi menjadi dirimu yang kamu kenal..,
hingga kamu mencari - cari seseorang untuk berpegang ?
dan ia tak ada di sana...?
dan ia tak lagi ada di sana..?
dan ia tak pernah lagi ada di sana..?
dan hatimu tak pernah lagi terasa ringan..?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aku pernah.
Dan ternyata kebersamaan tak selalu mampu mengalahkan keabadian.
Menyusuri Lorong Waktu
Kadang mungkin air mata memang perlu dikeluarkan meski tak jelas untuk apa.
Kadang mungkin hati memang sedang bersusah meski tak terasa.
Kadang mungkin ruang memang dibutuhkan meski tak nyata.
Dan kenangan dibutuhkan meski hanya dalam ingatan.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Berjalan bersamamu, menyusuri lorong waktu.
Membicarakan hal - hal tak penting meski selenting.
Melakukan hal - hal biasa yang kini begitu terasa.
Mengumpulkan sedikit rasa yang mungkin tinggal asa.
Cerita itu masih ada.
Meski segalanya tak lagi sama.
Kadang mungkin hati memang sedang bersusah meski tak terasa.
Kadang mungkin ruang memang dibutuhkan meski tak nyata.
Dan kenangan dibutuhkan meski hanya dalam ingatan.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Berjalan bersamamu, menyusuri lorong waktu.
Membicarakan hal - hal tak penting meski selenting.
Melakukan hal - hal biasa yang kini begitu terasa.
Mengumpulkan sedikit rasa yang mungkin tinggal asa.
Cerita itu masih ada.
Meski segalanya tak lagi sama.
Memandangi Langit
"Aku tau kamu selalu tau apa yang harus kamu lakukan. Tapi kapan terakhir kalinya kamu membiarkan dirimu melakukan apa yang betul - betul kamu inginkan?"
Mungkin aku memang terlalu sering lupa untuk membebaskan gadis kecil yang ada di dalam sini. Terima kasih karena selalu mengingatkanku.
Berbicara denganmu memang selalu membuatku nyaman. Hingga terkadang aku bertanya - tanya, darimana datangnya semua ketenangan dan keteduhanmu itu.
Mungkin itu sebabnya aku selalu suka memandangi langit.
Mungkin aku memang terlalu sering lupa untuk membebaskan gadis kecil yang ada di dalam sini. Terima kasih karena selalu mengingatkanku.
Berbicara denganmu memang selalu membuatku nyaman. Hingga terkadang aku bertanya - tanya, darimana datangnya semua ketenangan dan keteduhanmu itu.
Mungkin itu sebabnya aku selalu suka memandangi langit.
Minggu, 05 September 2010
menjawab untuk bertanya
Kita berhak hidup bahagia, tapi apakah hidup harus bahagia?
Mengejar kebahagiaan, berakhir sampai di mana?
Mengukur kebahagiaan, di mana tolak ukurnya?
Takut tak bahagia, kapan selesainya?
Semakin banyak aku bertanya, semakin aku tak menemukan jawabnya.
Sementara hidup terus berjalan, dan waktu tak berhenti berdetik.
Saat aku berhenti bertanya, hidup justru menunjukkannya.
Tidak harus bahagia, pun sengsara.
Bukan tentang kebutuhan dan keinginan, apalagi pilihan.
Hanya deretan dari kesadaran, pemahaman, dan pemaknaan.
Mungkin selama ini aku bukan bertanya untuk mendapat jawaban..,
melainkan menjawab agar dapat bertanya lagi.
Mengejar kebahagiaan, berakhir sampai di mana?
Mengukur kebahagiaan, di mana tolak ukurnya?
Takut tak bahagia, kapan selesainya?
Semakin banyak aku bertanya, semakin aku tak menemukan jawabnya.
Sementara hidup terus berjalan, dan waktu tak berhenti berdetik.
Saat aku berhenti bertanya, hidup justru menunjukkannya.
Tidak harus bahagia, pun sengsara.
Bukan tentang kebutuhan dan keinginan, apalagi pilihan.
Hanya deretan dari kesadaran, pemahaman, dan pemaknaan.
Mungkin selama ini aku bukan bertanya untuk mendapat jawaban..,
melainkan menjawab agar dapat bertanya lagi.
senandung hati
Di antara semua yang ada, dan semua yang kau miliki, pernahkah kau merasa ingin lepas dan ingin membuang semuanya?
Di antara semua pilihan yang ada, dan semua yang bisa kau pilih, pernahkah kau merasa ingin menghilang dan membuat pilihan yang berbeda dari semua yang ada?
Di antara masa lalu, hari ini, dan masa depan.., pernahkah kau ingin waktu berhenti dan menikmatinya sendiri?
Di antara semua kebahagiaan, kesedihan, dan kesepian..., pernahkah kau bahkan tak ingin perduli dengan semua itu lagi dan membiarkan sebuah rasa baru mengisimu?
Entah hingga kapan kenyamanan yang tersedia ini dapat menahanku.
Entah hingga kapan kebersamaan yang ada ini dapat mengikatku.
Entah hingga kapan ketersediaan yang ada ini tetap berarti bagiku.
Satu yang kutahu pasti,
kedua sayapku sudah mulai mengembang.
dan waktunya pasti akan datang.
Saat aku tak mampu lagi lari dari kebebasan.
Saat aku..menjadi diriku sendiri..sendirian.
Di antara semua pilihan yang ada, dan semua yang bisa kau pilih, pernahkah kau merasa ingin menghilang dan membuat pilihan yang berbeda dari semua yang ada?
Di antara masa lalu, hari ini, dan masa depan.., pernahkah kau ingin waktu berhenti dan menikmatinya sendiri?
Di antara semua kebahagiaan, kesedihan, dan kesepian..., pernahkah kau bahkan tak ingin perduli dengan semua itu lagi dan membiarkan sebuah rasa baru mengisimu?
Entah hingga kapan kenyamanan yang tersedia ini dapat menahanku.
Entah hingga kapan kebersamaan yang ada ini dapat mengikatku.
Entah hingga kapan ketersediaan yang ada ini tetap berarti bagiku.
Satu yang kutahu pasti,
kedua sayapku sudah mulai mengembang.
dan waktunya pasti akan datang.
Saat aku tak mampu lagi lari dari kebebasan.
Saat aku..menjadi diriku sendiri..sendirian.
Langganan:
Postingan (Atom)