Lebih karena mencintai adalah karunia.
Aku pun memutuskan untuk tidak mengacuhkan seribu tanya mengapa kemudian memilihmu.
Toh tak ada jawaban yang tepat untuk setiap langkah kakiku yang merindu pulang menuju dirimu.
Juga tak ada alasan pasti mengapa aku selalu ingin rebah manja di dadamu.
Sudah lama aku berhenti bertanya, berhenti menjawab.
Karena semua itu hanya akan membuatku meragu.
Maaf jika aku tak di sana ketika kamu gelisah.
Maaf jika aku tak punya kendali atas waktu dan jarak.
Maaf untuk semua gelisah yang kau rasakan.
Maaf karena diam-diam aku yang egois ini senang saat rindumu hanya untukku seorang.
Minggu, 26 Mei 2013
Notasi
Pada akhirnya, perjalanan panjang yang bisa memahamkan;
diposisi mana, arti hadir kita. Sekedar remah atau senyata emas.
Jatuh cinta pada pandangan pertama, itu mungkin terjadi.
Tapi, sekali lagi, waktu juga yang akan menguji.
Tak butuh menjadi siapa atau apa aku di matamu.
Ketika cinta jatuh telak di hatimu,
Aku adalah aku tanpa walan atau akhiran.
ketika kamu jatuh telak di hatiku, kamu
adalah kamu tanpa notasi berurutan; di hatiku.
diposisi mana, arti hadir kita. Sekedar remah atau senyata emas.
Jatuh cinta pada pandangan pertama, itu mungkin terjadi.
Tapi, sekali lagi, waktu juga yang akan menguji.
Tak butuh menjadi siapa atau apa aku di matamu.
Ketika cinta jatuh telak di hatimu,
Aku adalah aku tanpa walan atau akhiran.
ketika kamu jatuh telak di hatiku, kamu
adalah kamu tanpa notasi berurutan; di hatiku.
Kamu adalah semata rindu itu
Rindu. Satu-satunya kemewahan yang kumiliki.
Ada padamu, titik! Selalu ingin kuberi dan tak ingin kuingkari.
Pada larik-lariknya, aku bisa berkaca tentang dambaku yang merajuk senyap
dan memendarkan getar pesakitan.
Setia tergopoh berlari ke aramu, kapan pun itu.
Adalah semata dirimu yang membuat diriku merasa luar biasa.
Adalah rekah-tawa dan lebam-tangis yang membuat kebersamaan kita selama ini
menjadi berharga dan bermakna.
Adalah dirimu, semata sebab yang menghadirkan bahagiau berlinang air mata #Aryou.
Ada padamu, titik! Selalu ingin kuberi dan tak ingin kuingkari.
Pada larik-lariknya, aku bisa berkaca tentang dambaku yang merajuk senyap
dan memendarkan getar pesakitan.
Setia tergopoh berlari ke aramu, kapan pun itu.
Adalah semata dirimu yang membuat diriku merasa luar biasa.
Adalah rekah-tawa dan lebam-tangis yang membuat kebersamaan kita selama ini
menjadi berharga dan bermakna.
Adalah dirimu, semata sebab yang menghadirkan bahagiau berlinang air mata #Aryou.
Langganan:
Postingan (Atom)