Kamis, 21 April 2011

Terlalu muna buat ini !

Terlalu Muna buat ini !


Gak ada lagi, dan ini udah klimaks. 
Selama ini, dan baru minggu ini aku mulai ngerasain hal2 obesitas pikiran, 
semua hal2 yang gak bisa kukendalikan, sendiri. 
Semua perasaan yang aku pendem, serasa gak terkontrol lagi. 
Tanpa aku kuat buat nahan diri.

Tentang perasaan, aku lebih nyaman jika membuka semua yang kusuka. 
Semua yang kurasain sekarang, hmm mungkin egois itu perlu juga. 
RASANYA lebih dari ketiban meja pejabat, 
Tapi dampaknya gak sehat buat aku sendiri, dan aku terlalu yakin. 

Gak ada lagi yang perlu aku pikirin lagi, hal2 aneh yang dah keluar masuk keotak
sampai kebawa mimpinya, Selama ini, memang aku hanya berharap 
Siapa aja deeh, siapa tauu yakan? 

Gak ada yang bisa terduga didunia ini, 
 bahkan hatinya, maksudnya, omongannya, sikapnya
Siapa aja, siapa tauu yakan? Terlalu muna buat ini, Siapa kita? 

Bahkan semalam ada yang, mengatakannya padaku. 
Hampir gila rasanya emang, ketawa sendiri* 
Memang gak perlu nunggu waktu lama buat ngungkapin.

Kayaknya juga gw salah orang 
Semoga aja dpt keberuntungan, dilain hari ?
Hmm ya lain hari itu yang gw tunggu, dan JELAS lain orang !
Teruslah berharap, dan jangan pernah kecewa :) 

Selasa, 19 April 2011

Aaa.love melolo

Dari pada kepikiran melulu,
lebih baik  ditulis di sini..  


oh..... 

kau begitu indah....
kau begitu lucu.....
menggemaskan....
tanpa kau, pasti ada yg pincang dalam diriku....
tanpa kau, aku akan menjadi seseorang yg cacat....


Aa... LOVE melulu...




Jumat, 15 April 2011

Bahasa Rasa

Dia bertanya, "mengapa langit biru warnanya?"
aku pun menjawab, karena kita hanya tahu warna itu sebagai biru.


Bahasa manusia, hanya media penyampai maksud.
Tapi apakah semua yang kau maksud betul - betul tersampaikan?
Berapa kali kau dapati air mata menetes,
saat kau hanya mampu menggigit bibirmu?
Berapa kali kau dapati sesak di hatimu,
saat hanya diam yang bisa kau lakukan?
Dan kapan terakhir kalinya kau harus tersenyum dan ceria,
saat hatimu pun tak kuat kau sanggah lagi? 



Lantas apakah kau tak berbicara?
Apakah rasa bukan bahasa?
Tak terasakah getaran di sentuhan lembutku?
Tak terasakah cinta di pandanganku?
Tak terasakah....bahasaku?
Atau seharusnya aku bertanya...
tak tersampaikankah...bahasa rasaku?

Dia bertanya, "mengapa kau memandangku seperti itu?"
aku pun menjawab, karena aku hanya mampu memandangmu dengan cara ini..

Pernahkah kau dengar apa kata angin dan dedaunan?
Pernahkah kau lihat apa kata pandangan mata itu padamu?
Pernahkau kau mengerti...
Apa yang sebetulnya sedang dia sampaikan?