aku tak menyesal pernah mengenal siapa
aku punya partner satu diskusi dan kita itu sangat nyambung.
hobi menulis, berdiskusi dan kritis. kemampuan bicaranya sudah tertatah ditambah imbuhan yang ia punya.
Terbahak bahak lah aku disuatu hari ...
disetiap updatenya selalu menjadi perbincangan perempuan-perempuan eksoootis ...
Beberapa wanita yang pernah menjalin hubungan "pacaran" dengannya.
tak pernah mulus, yang kutahu dia memang seseorang yang idealisme.
bicara secara rasional, menatap dengan realistis.
yang ku pahami dari dia adalah "Mengenal itu perlu waktu seumur hidup, Bukan setahun, dua tahun bahkan hitungan bulan"
ia sangat menyukai alam, pemandangan ;)
itu saja dulu mengenainya.
Rabu, 19 Januari 2011
Sahabat & Kertas
Didunia ini tak ada seorang sahabat kecuali Ibu
Sahabat hanya pemaknaan utopia yang basi
Sahabat hanya pulpen dan kertas kosong
Tanpa perlu aku menulisnya, Kertas takkan Marah.
Tanpa perlu aku Menipexnya kertas akan menjadi kotor & takkan pernah memprotesnya
Tanpa perlu aku Merobeknya kertas akan jadi kertas tak pernah menuntut & ada jika kubutuhkan
walau yang aku tulis H4ny4 kal1m4T- kal1m4T 4L4Y (+.+")
Kertas tak bisa bicara
Kertas tak bisa memberikan aku tissue (kalo aku lagi sedih)
Kertas tak bisa menghiburku dengan badut atau makanan yang diwarung itu
Namun seseorang yang tak ada untuk kita ternyata diperlukan juga
Tak pantas kau share dengan benda mati atau berbicara sendiri dengan benda kesayanganmu
Bicara dengan manusia yang benar-benar mengenalmu "Ibu"
Sahabat adalah pemaknaan utopia yang basi sedangkan kertas hanya bisa menampung kegelisahan sementara, lalu dengan Ibu dialah yang tepat untuk kita mengadu gundah.
Sahabat hanya pemaknaan utopia yang basi
Sahabat hanya pulpen dan kertas kosong
Tanpa perlu aku menulisnya, Kertas takkan Marah.
Tanpa perlu aku Menipexnya kertas akan menjadi kotor & takkan pernah memprotesnya
Tanpa perlu aku Merobeknya kertas akan jadi kertas tak pernah menuntut & ada jika kubutuhkan
walau yang aku tulis H4ny4 kal1m4T- kal1m4T 4L4Y (+.+")
Kertas tak bisa bicara
Kertas tak bisa memberikan aku tissue (kalo aku lagi sedih)
Kertas tak bisa menghiburku dengan badut atau makanan yang diwarung itu
Namun seseorang yang tak ada untuk kita ternyata diperlukan juga
Tak pantas kau share dengan benda mati atau berbicara sendiri dengan benda kesayanganmu
Bicara dengan manusia yang benar-benar mengenalmu "Ibu"
Sahabat adalah pemaknaan utopia yang basi sedangkan kertas hanya bisa menampung kegelisahan sementara, lalu dengan Ibu dialah yang tepat untuk kita mengadu gundah.
Minggu, 16 Januari 2011
Sangat tidak suka
Melihat kehidupan orang lain yang begitu mengalir
semua berjalan seolah tersusun rapi
semua tiba tepat pada waktunya
dan seolah kehidupannya begitu lengkap
aku jadi mengasihani diriku sendiri
aku percaya
semuanya bergantung kepada diri kita sendiri
mendapatkan atau tidak mendapatkan yg kita inginkan
tergantung bagaimana kita mengejar dan mengusahakannya
tapi sejauh apapun aku mengejar dan mengusahakannya
atau aku memang harus belajar menunggu? #sangat tidak suka
semua berjalan seolah tersusun rapi
semua tiba tepat pada waktunya
dan seolah kehidupannya begitu lengkap
aku jadi mengasihani diriku sendiri
aku percaya
semuanya bergantung kepada diri kita sendiri
mendapatkan atau tidak mendapatkan yg kita inginkan
tergantung bagaimana kita mengejar dan mengusahakannya
tapi sejauh apapun aku mengejar dan mengusahakannya
atau aku memang harus belajar menunggu? #sangat tidak suka
God bless somebody I wanna see ....
Kala aku harus menyapukan kuasku di kertas..
warna - warna itu yang selalu terbayang...
dan alunan nada yang sama yang selalu terngiang..
kehangatan saat itu yang terasa...
dan aku seperti berjalan kembali di masa itu..
masa di mana segalanya terasa mudah dan indah..
saat kau selalu duduk diam menopangkan dagumu...
menyilangkan kakimu dan tersenyum memandangku..
terkadang ikut menyanyikan lagu - lagu yang terdengar..
dan terkadang ikut berkomentar mengenai lukisanku..
Kala aku harus bermimpi di saat hatiku sedih dan gundah..
kau selalu hadir..
di pinggir anak tangga tempat biasa aku menangis dan bercerita..
duduk berdampingan di rumah kaca..
dan selalu mengakhirinya di ayunan di pinggir taman...
dengan janji yang sama..
Aku belum mampu menulis tentangmu..
Sekuat dan seberapa pun aku berusaha..
satu cerita utuh tentangmu belum pernah bisa kutulis..
mataku selalu menjadi buram...
dan aku belum menepati janjiku padamu..
Namun kau selalu menepati janjimu padaku..
di saat aku sedih dan sulit..
kau selalu hadir dalam bayangmu..
entah untuk menguatkan..,
entah sekedar membuatku melepaskan semuanya..
kau selalu duduk menantiku di tangga...
Dan aku selalu hanya mampu mengucapkan..
terima kasih..
warna - warna itu yang selalu terbayang...
dan alunan nada yang sama yang selalu terngiang..
kehangatan saat itu yang terasa...
dan aku seperti berjalan kembali di masa itu..
masa di mana segalanya terasa mudah dan indah..
saat kau selalu duduk diam menopangkan dagumu...
menyilangkan kakimu dan tersenyum memandangku..
terkadang ikut menyanyikan lagu - lagu yang terdengar..
dan terkadang ikut berkomentar mengenai lukisanku..
Kala aku harus bermimpi di saat hatiku sedih dan gundah..
kau selalu hadir..
di pinggir anak tangga tempat biasa aku menangis dan bercerita..
duduk berdampingan di rumah kaca..
dan selalu mengakhirinya di ayunan di pinggir taman...
dengan janji yang sama..
Aku belum mampu menulis tentangmu..
Sekuat dan seberapa pun aku berusaha..
satu cerita utuh tentangmu belum pernah bisa kutulis..
mataku selalu menjadi buram...
dan aku belum menepati janjiku padamu..
Namun kau selalu menepati janjimu padaku..
di saat aku sedih dan sulit..
kau selalu hadir dalam bayangmu..
entah untuk menguatkan..,
entah sekedar membuatku melepaskan semuanya..
kau selalu duduk menantiku di tangga...
Dan aku selalu hanya mampu mengucapkan..
terima kasih..
Sabtu, 15 Januari 2011
Menyeragamkan Perbedaan !
Dunia ini semakin tua.
Mungkin itu juga sebabnya manusia yang hidup di dalamnya menjadi semakin kekanak - kanakan.
Mungkin itu juga sebabnya manusia yang hidup di dalamnya menjadi semakin kekanak - kanakan.
Satu sama lain saling menghitung, takut kalau - kalau jumlah yang lain lebih unggul dari jumlahnya. Padahal bertambah jumlahnya pun tak berarti kinerja pihaknya menjadi lebih maksimal. Satu sama lain saling berebut, berusaha menjadikan seluruh dunia ini menjadi satu keyakinan, satu pandangan, satu ragam, sama seperti produk massal dari pabrikan, dengan beragam alasan yang diamini dan diyakini meski terkadang amat manipulatif.
Tanpa perbedaan, apa guna manusia?
Dunia tanpa perbedaan, di mana keindahannya?
Setelah segalanya menjadi sama, seragam, dan sejenis.., di mana Tuhan berada?
Menyeragamkan perbedaan manusia atas nama apapun,
apa bedanya dengan 'membunuh' Tuhan?
Menghindari dan menolak perbedaan manusia atas nama apapun,
apa bedanya dengan menafikan keberadaan Tuhan?
Siapakah sebetulnya yang berusaha kau lampaui?
beragama itu kenikmatan,
beragam itu kenikmatan,
yang satu nikmat berpuasa dan besembahyang,
yang satu nikmat bersemedi dan memuja
yang satu nikmat bernyanyi dan berdoa
penyeragaman hanyalah pembunuh kenikmatan, kasian sekali.
kemungkinan mereka tidak bisa menerima nikmat iman dari Tuhan.
beragam itu kenikmatan,
yang satu nikmat berpuasa dan besembahyang,
yang satu nikmat bersemedi dan memuja
yang satu nikmat bernyanyi dan berdoa
penyeragaman hanyalah pembunuh kenikmatan, kasian sekali.
kemungkinan mereka tidak bisa menerima nikmat iman dari Tuhan.
Jumat, 14 Januari 2011
Meskipun dan aku beryukur atas itu ...
Kalau bisa memiliki segalanya, kenapa tidak?
Orang yg berbahagia pastilah orang yang memiliki segalanya.
Meskipun orang di sekelilingku berkata bahwa tidak ada orang yang memiliki segalanya di dunia ini, aku tetap percaya pasti ada orang yang memiliki segalanya dan orang itulah yang paling bahagia, paling tidak di dunia ini.
Tahun berlalu dan kutemukan banyak orang berbahagia.
Kutemukan juga banyak orang yang memiliki segalanya.
Tapi tak kutemukan orang yang memiliki segalanya dan berbahagia.
Selalu ada keinginan lebih.
Selalu ada penyesalan.
Aku bertanya - tanya,
apakah memang tak mungkin manusia memiliki segalanya dan berbahagia?
Apakah manusia memang harus memilih?
Meski langit adalah batasannya?
Hari ini aku mungkin dapat jawabnya.
"Saat memiliki segalanya, apa artinya lagi bahagia atau tidak?
Memiliki segalanya sama dengan merenggut hak mu,
untuk memilih yang benar - benar kamu inginkan."
"Surrounded by everything I want, but nothing that I need..."
Hurricane - Eric Benét
Hari ini aku sedikit mengerti jalan pikirannya.
Sedikit mengerti mengapa ia memilih membiarkan sedikit perih di hatinya,
dan menikmatinya.
Sedikit memahami mengapa ia membiarkan ruang untuk hal yg mungkin takkan ia miliki,
dan bersyukur atasnya.
"Bahagia adalah saat aku merasa berkecukupan.
Bersyukur adalah saat aku merasa berkelimpahan.
Dan aku bersyukur, pie."
Orang yg berbahagia pastilah orang yang memiliki segalanya.
Meskipun orang di sekelilingku berkata bahwa tidak ada orang yang memiliki segalanya di dunia ini, aku tetap percaya pasti ada orang yang memiliki segalanya dan orang itulah yang paling bahagia, paling tidak di dunia ini.
Tahun berlalu dan kutemukan banyak orang berbahagia.
Kutemukan juga banyak orang yang memiliki segalanya.
Tapi tak kutemukan orang yang memiliki segalanya dan berbahagia.
Selalu ada keinginan lebih.
Selalu ada penyesalan.
Aku bertanya - tanya,
apakah memang tak mungkin manusia memiliki segalanya dan berbahagia?
Apakah manusia memang harus memilih?
Meski langit adalah batasannya?
Hari ini aku mungkin dapat jawabnya.
"Saat memiliki segalanya, apa artinya lagi bahagia atau tidak?
Memiliki segalanya sama dengan merenggut hak mu,
untuk memilih yang benar - benar kamu inginkan."
"Surrounded by everything I want, but nothing that I need..."
Hurricane - Eric Benét
Hari ini aku sedikit mengerti jalan pikirannya.
Sedikit mengerti mengapa ia memilih membiarkan sedikit perih di hatinya,
dan menikmatinya.
Sedikit memahami mengapa ia membiarkan ruang untuk hal yg mungkin takkan ia miliki,
dan bersyukur atasnya.
"Bahagia adalah saat aku merasa berkecukupan.
Bersyukur adalah saat aku merasa berkelimpahan.
Dan aku bersyukur, pie."
Terbang Tanpa Sayap
Ketika kita semua tahu bahwa bersama kemajuan selalu ada kemunduran,
mengapa tidak ada langkah untuk menganalisa kemajuan?
Tidak ada jaminan bahwa dengan kemajuan maka kemunduran yang tercipta atau tertinggal,
tidak lebih besar efek dan kerugiannya dibandingkan kemajuan yang dicapai.
Mengapa tidak ada langkah untuk menganalisa berdasarkan kebutuhan?
Apa pentingnya untuk mengejar, kalau pada akhirnya menciptakan lebih banyak yang tertinggal?
Setiap manusia punya impian dan cita - cita yang lebih tinggi.
Namun terbang saat tak memiliki sayap adalah hal bodoh.
mengapa tidak ada langkah untuk menganalisa kemajuan?
Tidak ada jaminan bahwa dengan kemajuan maka kemunduran yang tercipta atau tertinggal,
tidak lebih besar efek dan kerugiannya dibandingkan kemajuan yang dicapai.
Mengapa tidak ada langkah untuk menganalisa berdasarkan kebutuhan?
Apa pentingnya untuk mengejar, kalau pada akhirnya menciptakan lebih banyak yang tertinggal?
Setiap manusia punya impian dan cita - cita yang lebih tinggi.
Namun terbang saat tak memiliki sayap adalah hal bodoh.
Aku Salah :'(
Mungkin memang aku yg salah.
Berharap terlalu banyak atasnya dan menilainya sesuka hati.
Mengira semua manusia punya rasa perduli atas sesamanya,
memukul rata tingkat ketulusan semua orang sama.
Dan mungkin kesalahan terbesar yg kubuat adalah,
percaya bahwa semua orang sesungguhnya adalah baik,
dan memiliki niat yg baik.
Yah..
hatiku tergores lagi.
Dan kali ini sedikit lebih dalam.
Bukan salahnya.
Tapi salahku.
Tak apa. Tak apa.
Selama belum putus, hanya akan menguatkan.
Harapan akan selalu ada,
dan mungkin..,
mungkin..,
mungkin suatu saat hati ini tidak akan tergores lagi.
Berharap terlalu banyak atasnya dan menilainya sesuka hati.
Mengira semua manusia punya rasa perduli atas sesamanya,
memukul rata tingkat ketulusan semua orang sama.
Dan mungkin kesalahan terbesar yg kubuat adalah,
percaya bahwa semua orang sesungguhnya adalah baik,
dan memiliki niat yg baik.
Yah..
hatiku tergores lagi.
Dan kali ini sedikit lebih dalam.
Bukan salahnya.
Tapi salahku.
Tak apa. Tak apa.
Selama belum putus, hanya akan menguatkan.
Harapan akan selalu ada,
dan mungkin..,
mungkin..,
mungkin suatu saat hati ini tidak akan tergores lagi.
Tentang Rindu !
Pernahkah kau merasa ingin berlari dan merasakan terpaan angin di wajahmu?
Menikmati bagaimana pikiranmu bebas memikirkan apapun?
Menyenandungkan nada apapun yang ada di kepalamu?
Berbicara pada bunga dan daun yang tak pernah membutuhkan penjelasan?
Pernahkah kau menundukkan kepala untuk berucap pada yang tak kau tahu,
dengan bahasa yang tak kau mengerti?
Memandangi lalu lalang di bawah sana dengan segala keramaiannya yang tak kau dengar di atas sini?
Merebahkan diri di atas rerumputan sambil memandang polaris?
Tanpa kesunyian, rasanya keramaian hanya akan jadi kebisingan.
Dengan kesunyian, keramaian akan jadi sebuah kehangatan.
Tanpa jarak, rasanya cinta hanya akan jadi ritual.
Dengan jarak, cinta akan jadi sebuah perihal.
Bila kau tak pernah membiarkannya mengambil jarak darimu,
bagaimana caranya ia dapat merindukanmu?
Menikmati bagaimana pikiranmu bebas memikirkan apapun?
Menyenandungkan nada apapun yang ada di kepalamu?
Berbicara pada bunga dan daun yang tak pernah membutuhkan penjelasan?
Pernahkah kau menundukkan kepala untuk berucap pada yang tak kau tahu,
dengan bahasa yang tak kau mengerti?
Memandangi lalu lalang di bawah sana dengan segala keramaiannya yang tak kau dengar di atas sini?
Merebahkan diri di atas rerumputan sambil memandang polaris?
Tanpa kesunyian, rasanya keramaian hanya akan jadi kebisingan.
Dengan kesunyian, keramaian akan jadi sebuah kehangatan.
Tanpa jarak, rasanya cinta hanya akan jadi ritual.
Dengan jarak, cinta akan jadi sebuah perihal.
Bila kau tak pernah membiarkannya mengambil jarak darimu,
bagaimana caranya ia dapat merindukanmu?
Pagar !
Pagar itu terlanjur berdiri kembali.
Sejak kejadian itu, ia merasa harus melindungi hatiku rapat - rapat.
Dan aku tak bisa mencegahnya, maafkan aku.
Sampai kini aku masih tak menemukan jawabannya,
apa yang membuatku bertahan waktu itu.
Kenapa aku tak berjalan pergi?
Dan malah membiarkan saja semua itu melukai hatiku yang telanjang.
Apa yang aku berusaha percayai?
Bahwa aku lebih berarti?
Bahwa akhirnya aku yg terpilih?
Bahwa aku yg terbaik?
Nyatanya, aku tak pernah lepas dari perasaan yang sama sejak waktu itu.
Meski kududuk di singgasana sekarang,
kenyataannya tetap tak berubah, aku si terbuang waktu itu.
Kurasa aku akan mengingatnya sampai mati.
Dan hatiku akan tetap terpagari sampai mati.
Bukan aku tak berusaha melupakan segala yg buruk, atau memaafkan segala kesalahan.
Otakku memahami semuanya, namun hatiku tetap was - was.
Maafkan aku, mungkin rasa percayaku memang takkan pernah penuh lagi..
Sejak kejadian itu, ia merasa harus melindungi hatiku rapat - rapat.
Dan aku tak bisa mencegahnya, maafkan aku.
Sampai kini aku masih tak menemukan jawabannya,
apa yang membuatku bertahan waktu itu.
Kenapa aku tak berjalan pergi?
Dan malah membiarkan saja semua itu melukai hatiku yang telanjang.
Apa yang aku berusaha percayai?
Bahwa aku lebih berarti?
Bahwa akhirnya aku yg terpilih?
Bahwa aku yg terbaik?
Nyatanya, aku tak pernah lepas dari perasaan yang sama sejak waktu itu.
Meski kududuk di singgasana sekarang,
kenyataannya tetap tak berubah, aku si terbuang waktu itu.
Kurasa aku akan mengingatnya sampai mati.
Dan hatiku akan tetap terpagari sampai mati.
Bukan aku tak berusaha melupakan segala yg buruk, atau memaafkan segala kesalahan.
Otakku memahami semuanya, namun hatiku tetap was - was.
Maafkan aku, mungkin rasa percayaku memang takkan pernah penuh lagi..
Kamis, 13 Januari 2011
Drama
Orang yang tidak perduli, tidak akan terganggu.
Orang yang baik - baik saja, tidak akan bertingkah sesuka hati.
Orang yang memilih untuk memutuskan dan melakukan segala hal dengan sadar, selalu mengetahui alasan akan setiap tindakan dan konsekuensinya.
Orang yang mencari ketenangan, tidak akan menemukannya dalam amarah dan ketidakperdulian.
Memahami tidaklah sama dengan mengerti, apalagi tahu.
Melakukan sesuatu secara bertahap dan perlahan sangatlah berbeda dengan melakukannya setengah - setengah.
Berhasil menyelesaikan dan menemukan solusinya amatlah jauh berbeda dari sekedar pernah menjalani dan memikirkannya.
Mengenal diri sendiri dan mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan, tidaklah sama dengan bermimpi.
Hidup bukanlah sekedar pembuktian.
Melainkan sebuah perjalanan pembelajaran.
Being a drama queen is not a solution to face a drama queen.
In the end you just doubled the numbers.
"Peace is a result of accepting. Not avoiding and or demanding."
Orang yang baik - baik saja, tidak akan bertingkah sesuka hati.
Orang yang memilih untuk memutuskan dan melakukan segala hal dengan sadar, selalu mengetahui alasan akan setiap tindakan dan konsekuensinya.
Orang yang mencari ketenangan, tidak akan menemukannya dalam amarah dan ketidakperdulian.
Memahami tidaklah sama dengan mengerti, apalagi tahu.
Melakukan sesuatu secara bertahap dan perlahan sangatlah berbeda dengan melakukannya setengah - setengah.
Berhasil menyelesaikan dan menemukan solusinya amatlah jauh berbeda dari sekedar pernah menjalani dan memikirkannya.
Mengenal diri sendiri dan mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan, tidaklah sama dengan bermimpi.
Hidup bukanlah sekedar pembuktian.
Melainkan sebuah perjalanan pembelajaran.
Being a drama queen is not a solution to face a drama queen.
In the end you just doubled the numbers.
"Peace is a result of accepting. Not avoiding and or demanding."
Sabtu, 01 Januari 2011
Awal Januari
ini yang buat aku merasa tenang
selalu ada kejutan, perasaan, pandangan, senyuman.
semua hal baru yang kudapat setiap aku bangun pagi hari perubahan, yang tak biasa
ini yang buat aku merasa tenang
aku akan berjumpa dengan orang-orang yang aku sayang setiap bangun pagi
setiap hal kecil yang kudapat, bisa menjadi aku lebih besar
setiap hal besar yang kudapat, bisa menjadi aku lebih bijaksana
Aku akan meninggalkan orang-orang munafik, Pamer, Iri Hati, Sirik, Sombong, Angkuh, Dendam. Semua telah terkubur bersama munculnya kembang api dilangit, bertandanya januari ini adalah Awal tahun baru & Harapan Baru .
ya, ini yang buat aku merasa lebih tenang
Awal Januari ini
akan ku ukir sendiri
...
Langganan:
Postingan (Atom)