Percuma mengelabui waktu.
Tertulis disana, rinduku membunuh nafasmu.
Parau tersedak luka yang mulai membiru.
Ini bukan biru langit, sayang; tapi biru luka yang menyisakan perih dipusat lembamnya.
Ada rindu disana; juga ikatan yang tak berdaya.
Suatu ketika, entah kapan masanya, akan kulampiaskan rindu dendamku; disetiap ruas tubuhmu.