Minggu, 28 November 2010

berakal, beradab, berhati, dan bernyawa.

Tak adakah tempat dan masa di mana semua orang dapat menghargai nyawa dan hidup satu dengan yang lainnya ?

Tak adakah kesempatan dan waktu di mana semua orang dapat merasa bahagia, hidup dengan penuh rasa syukur dan saling menghargai ?
Ataukah memang manusia tercipta untuk dihakimi? 
Seseorang pernah berkata,
 "Hanya manusia yang membunuh demi keinginan dan kepuasan. Tidak binatang, apalagi tumbuhan."
Dunia memang telah semakin tua dan mungkin sedikit demi sedikit membusuk, 
namun setidaknya sampai dunia ini benar - benar membusuk dan hancur karena waktu, 
hiduplah dengan selayaknya sebagai seorang manusia yang berakal, beradab, berhati, dan bernyawa.

Tidak ada komentar: