Jumat, 14 Januari 2011

Pagar !

Pagar itu terlanjur berdiri kembali.
Sejak kejadian itu, ia merasa harus melindungi hatiku rapat - rapat.
Dan aku tak bisa mencegahnya, maafkan aku.

Sampai kini aku masih tak menemukan jawabannya,
apa yang membuatku bertahan waktu itu.
Kenapa aku tak berjalan pergi?
Dan malah membiarkan saja semua itu melukai hatiku yang telanjang.

Apa yang aku berusaha percayai?
Bahwa aku lebih berarti?
Bahwa akhirnya aku yg terpilih?
Bahwa aku yg terbaik?
Nyatanya, aku tak pernah lepas dari perasaan yang sama sejak waktu itu.

Meski kududuk di singgasana sekarang,
kenyataannya tetap tak berubah, aku si terbuang waktu itu.
Kurasa aku akan mengingatnya sampai mati.
Dan hatiku akan tetap terpagari sampai mati.

Bukan aku tak berusaha melupakan segala yg buruk, atau memaafkan segala kesalahan.
Otakku memahami semuanya, namun hatiku tetap was - was.
Maafkan aku, mungkin rasa percayaku memang takkan pernah penuh lagi..

Tidak ada komentar: