Rabu, 12 Desember 2012

Ujung pengakhirannya


Apa yang telah kau gapai dalam hidup ini?
Restu orangtua dengan keakuan-keakuan lainnya?
Yang kulihat kau bersikap layaknya selebriti tampil penuh pesona
Dengan membudidayakan teriakkan penonton untuk menyorakinya
Senyum membangga bahwa kau seperti se(ri)galanya
Aku kira menjadi dirimu, aku takkan bisa lebih pintar
Menggunakan hati tanpa belajar
Namun aku berperasaan
Dan aku dapat menahan diri dari gejolak perasaan
Tapi, sayangnya aku bukanlah dirimu
Menganggap semuanya lugu
Seperti lugu sapamu hanya membentur angin lalu
Baiklah! Mungkin ini yang kau perlu
Memposisikan dirimu dengan menganggap manusia itu ada
Bahkan tanpa kata “dengan” pun, aku mampu membawa pulang bahagia
Dan kau lebih senang memproklamirkan disetiap beranda
Tapi aku tak pandai seperti anda.
Yang kutahu bahwa
Cinta memiliki aturannya sendiri
Cinta mendekat dan menjauh tanpa aturan
Cinta mewujud dalam berbagai bentuk tak terduga
Cinta bukan soal gagal atau tidaknya
Tak bisa dicerna kecuali dengan mata hati
Ikuti saja kemana ia membawa serta
Membutuhkan waktu yang tak terbilang untuk pertautan dan perpisahan
Tangis yang mencakup bahagia, juga tawa yang mencatut luka
Sepertiku saat kuputuskan masuk kedalam laut hatimu
Aku pun berenang jauh melawan jarak dan waktu
Cinta tetaplah indah apapun hasilnya
Apa yang seharusnya kita lakukan adalah mencari kesempurnaannya
Bukan mencari keakuan-keakuan lainnya
Itu saja.


Tidak ada komentar: