Kalau bisa memiliki segalanya, kenapa tidak?
Orang yg berbahagia pastilah orang yang memiliki segalanya.
Meskipun orang di sekelilingku berkata bahwa tidak ada orang yang memiliki segalanya di dunia ini, aku tetap percaya pasti ada orang yang memiliki segalanya dan orang itulah yang paling bahagia, paling tidak di dunia ini.
Tahun berlalu dan kutemukan banyak orang berbahagia.
Kutemukan juga banyak orang yang memiliki segalanya.
Tapi tak kutemukan orang yang memiliki segalanya dan berbahagia.
Selalu ada keinginan lebih. Selalu ada penyesalan.
Aku bertanya - tanya,
apakah memang tak mungkin manusia memiliki segalanya dan berbahagia?
Apakah manusia memang harus memilih?
Meski langit adalah batasannya?
Hari ini aku mungkin dapat jawabnya.
"Saat memiliki segalanya, apa artinya lagi bahagia atau tidak?
Memiliki segalanya sama dengan merenggut hak mu,
untuk memilih yang benar - benar kamu inginkan."
ini aku sedikit mengerti jalan pikirannya.
Sedikit mengerti mengapa ia memilih membiarkan sedikit perih di hatinya,
dan menikmatinya.
Sedikit memahami mengapa ia membiarkan ruang untuk hal yg mungkin takkan ia miliki,
dan bersyukur atasnya.
Terkadang amat sangat diperlukan.
Tanpa mencintai diri sendiri dengan sepenuh hati,
mampukah kita mencintai orang lain dengan sebaik - baiknya?
aku mulai berawal lagi, dari nol.
"Bahagia adalah saat aku merasa berkecukupan.
Bersyukur adalah saat aku merasa berkelimpahan.
Dan aku sangat bersyukur"
2 komentar:
makin mantep ja ni blog,. "dan aku bersyukur" bagus jg isinya tntg apa?hehe
hahahah tentang kehidupan. perlu bahagia atau tidak. pilih bahagia atau tidak. diri sendiri yg akan menentukannya. kalu ga mau mencoba mungkin ga akan pernah mendapatkannya qi. heheehe
Posting Komentar