Saat sesuatu yang terlalu berharga hingga kau perjuangkan sekuat tenaga,
dan kau kepayahan namun tak mampu membuangnya jua,
menangis sekuat - kuatnya sambil mencacinya memang takkan menyelesaikan apapun,
namun mungkin memang hanya itu yang kau butuhkan.
Lalu saat kau sudah terlalu lelah untuk berpikir lagi,
biarkan keheningan memelukmu erat,
hingga kau bisa mempertanyakan apa gunanya semua ini,
dan melihat gambaran - gambaran penting yang melintas.
Di sanalah letak kejujuran dan kebenaran jawabannya.
Seseorang bertanya padaku, "mau menjadi selingkuhanku?"
Dan aku bertanya padanya, "kenapa sampai harus berselingkuh?"
Ia terdiam membisu.
"Orang yg ingin berselingkuh, biasanya terlalu mencintai pasangannya hingga tak mampu meninggalkannya, atau tak mampu hidup tanpanya. Karenanya ia tak bisa mengatakan dan mengeluarkan perasaan kecewa dan sedihnya saat tidak mendapatkan apa yang diharapkan dari pasangannya tersebut." Aku berkata sambil memandangnya lurus.
"Kurasa, kau hanya butuh seorang sahabat baru." lanjutku seraya tersenyum, dan mengalihkan pandanganku ke hamparan rumput luas di hadapan kami.
Ada kalanya kau hanya perlu menangis keras - keras dan mencaci maki segalanya. Lalu biarkan cinta yang menyelesaikannya. -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar