Tlah Engkau anugrahkan Nyawa untuk dapat merasakan ini
perasaan yang mulai memberontak diri dalam jiwanya
bagaikan jarum runtuh kedalam dada, lalu melukai hati
tanpa ada yang mengiba
tanpa ada yang ikut untuk merasakan
lalu, ditelannya rasa itu dalam-dalam
"pedihh, " isaknya...
tak ada yang berharap untuk menyembuhkannya
kemudian tersenyum, dan memandangi tulisan.
lalu,,,
..."kita dapat bertemu lagi, walau hati yang kubawa tak seutuh dulu," Tegasnya...
..."namun yang kurasakan akan tetap sama dan tak ada ubahnya ...,"
aku yang akan berharap sampai mati
ia mendekap buku kedadanya.
...."aku masih yakin, ia pasti kembali untuk mengambil separuh hatinya lagi"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar